Sabarlah, Buaya! (1)

Ketika seseorang mulai mengertikan hal apa yang terjadi pada dirinya
Entahlah, terkadang membanggakan, terkadang begitu indah, dan terkadang menyakitkan

Hanya cerita si Buaya kecil yang jatuh hati kepada si kancil betina.
Sudah amatlah sangat dekat, entah bisa sedekat itu bagaimana.
Kadang mengherankan, coba bayangkan. Seorang kancil betina yang bisa sedekat itu dengan si Buaya Kecil, memang kecil, tapi tetap amatlah mengerikan bukan untuk si kancil?
Okeh, anggap saja aku Buaya Kecil agar tidak begitu berbelit-belit.
Ketika aku mencoba mendekati si Kancil, tampaknya dia begitu ragu, entah takut atau apa. Mungkin karena diriku memanglah sang buaya. Tapi apalah, aku jatuh hati kepadanya ketika sebelum aku mendekatinya. Ada yang membuatku teramat bahagia saat itu, bagaimana tidak? Aku bisa membuat si Kancil tidak lagi takut kepadaku, bahkan dia menjadi hal begitu indah dalam setiap kehadiranya dihidupku.

Amatlah ada yang mengerikan saat aku harus merasakan rasa yang amat menyakitkan ;' entahlah saat itu aku mencoba mengartikan selama aku bersamanya. Entah, aku mengetahui banyak tentangnya. Itu membuatku sedikit lega mengetahuinya, tapi juga begitu menyakitkan. Terkadang aku berfikir, ceritanya mengapa amatlah seperti itu ;'D, mengapa aku si Buaya Kecil merasa sangatlah dikucilkan, aku merasa bukan menjadi siapa-siapa saat mendengarkan ceritanya. Aku merasa hanya seorang yang selalu menemani si Kancil saja, aku menjadi merasa semuanya aku hanyalah sebagai....., ahh sudahlah~ pikiran dan harapanku terlalu jauh, memang seperti itulah, aku hanyalah seorang Buaya dan dia adalah seorang kancil. Mungkin jauh harapan entah apa....~

Tapi sejauh itu aku selalu berfikir, aku merasa si Kancil memang takut akan kehadiranku, dan terkadang aku berfikir, mungkin bukan buaya seperti aku :) karena sebelumnya memang dialah milik entah siapa, dan aku bukanlah apa-apa...

Share:

0 komentar